@kusaeni :
Baru saja menaik pangkatkan versi Gnome-Shell ke versi 3.1.3. Dan hasilnya tampilan menu untuk network manager sudh mengikuti style dari tema yang dipakai, di versi sebelumnya tampilan menu masih mengikuti style dari GTK Theme yang dipakai.

Namun ada juga masalah yang datang dan sangat mengganggu, diantaranya :
metadata.json milik masing – masing ekstensi menjadi "shell-version": ["3.1.3"],. Kemudian restart Gnome-Shell

Ctrl + Alt + F1 dan masuk ke mode konsol, dan tekan Ctrl + Alt + F7 untuk kembaliBeberapa hal yang kurasa hilang dari Gnome3 dibandingkan dengan Gnome2 adalah GTK theme yang sedikit, dan hilangnya kontrol aplikasi pemutar musik di panel dan cover art.
Berharap di rilis berikutnya akan menjadi lebih baik.
Sejak awal saya tahu kalau Textpattern adalah sebuah CMS bukan sebuah blogengine. Tetapi TxP sangat powerfull untuk dipergunakan sebagai mesin blog1.
Akhir – akhir ini, saya sering membaca dan menemui artikel – artikel dan tutorial mengenai mesin blog baru dengan jargon ringan , cepat, dan statis ala Jekyll, Hakyll, dan Toto. Fungsi yang ditawarkan memang sederhana, cukup ngeblog saja, tidak ada embel – embel lain seperti image management, comments system, dan sebagainya. Mesin blog ini hanya mengfokuskan untuk menulis kemudian menampilkan saja.
Dengan cara yang unik dan cukup rumit.
Pengguna harus memasangan Ruby & Gems untuk bisa menjalankan mesin ini. Kecuali untuk Hakyll, harus memasang juga haskel. Setelah memasang aplikasi yang diperlukan. Pengguna harus mengunduh template standar yang bisa dipergunakan untuk pertama kali, kemudian mulai menulis artikel blog ( yang harus dilakukan di lokal , tanpa perlu koneksi internet ) , menyimpannya dengan format berkas yang sudah ditentukan ( tgl-bulan-tahun-judulartikel ). Terakhir baru mendorong artikel melalui Git ( perlu koneksi internet ).
Dari ini, pengguna mesin blog ini sering berkoar sebagai letak kelebihan. Pengguna tidak perlu online untuk menulis artikel, yang artinya menghemat bandwith, menulis bisa dilakukan dengan aplikasi editor teks apa saja, bahkan dengan editor semacam Vim, Nano, dan sebagainya. Dan semakin berkoar bahwa mesin blog ini adalah mesin blog hacker.
Lalu dimana hosting untuk blog ini ?
Bisa di hosting pribadi yang mendukung Ruby dan Git, atau pakai pihak lain seperti Github2 atau Heroku3.
Saya sedikit tertarik untuk mempergunakannya sebagai pengganti TxP. Namun sekarang masih perlu melakukan beberapa perbandingan diantara mereka. Dan menunggu TxP 5 keluar. Selain alasan bahwa koneksi internett yang lambat, rasa – rasanya tidak ada lagi alasan lain. Menunggu.
1 Kecuali beberapa orang yang menganggap sistem komentarisasi di TxP = busuk.
2 Bisa untuk menghosting Jekyll.
3 Hanya untuk Toto.
Webian Shell adalah sebuah prototipe dari perambah web yang mengedepankan sisi minimalitas dalam penggunaan sumber daya komputer, dimana pengguna internet bisa online tanpa harus ada desktop.
Setelah di unduh dan dijalankan, maka Webian Shell akan tampil dalam mode penuh dengan tampilan mirip dengan Terminal Shell. Desainnya sederhana, diatas jendela ada tombol navigasi kanan – kiri, address bar , tombol reload dan tombol tutup tabs. Sementara tabs nya sendiri diletakkan di bawah jendela.
Disamping kiri tabs ada tombol Rumah yang akan membawa ke halaman “Tentang” dari Webian Shell. Di halaman ini juga ada tombol “x” yang berfungsi untuk menutup aplikasi. Sedangkan di pojok kanan bawah ada indikator waktu sederhana.
Sebagai fungsi perambah web, Webian Shell mempergunakan mesin XUL Runner milik dari Mozilla. Sehingga hasil render halaman tentu sama persis dengan tampilan di Mozila Firefox. Namun dari hasil percobaan, ketika dipergunakan untuk mengunjungi halaman situs ini, Webian Shell tidak bisa menampilkannya dengan sempurna. Warna latar belakang putih tidak tampil, melainkan warna hitam. Saya sudah menambahkan kode CSS background-color:#ffffff;, tapi tidak berpengaruh.
Untuk fungsi memutar flash, Webian Shell bisa melakukkannya dengan baik, saya masih belum tahu bagaimana cara memasang add ons flash nya, namun karena aplikasi flash sudah terpasang secara global di Ubuntu yang saya pergunakan jadinya Webian Shell bisa memutarnya dengan baik.
Fungsi klik kanan tidak berjalan di Webian Shell, selain itu fungsi pengaturan juga belum ada. Ya, karena masih dalam tahap pengembangan maka fitur – fiturnya pun masih sangat sederhana.
Jika ingin mencoba , Webian Shell bisa diunduh dan tersedia untuk 3 platform yaitu Linux, Mac OSX , dan Windows.
Ada sedikit imajinasi liar untuk menggabungkan Webian Shell dengan Raspberry Pi?. hhhhhh Refreshing.
Seminggu yang lalu , aku beli kartu perdana IM2 Broom dengan kuota 2GB sebulan, dengan aturan akses Unlimited dengan threshold sampai dengan kira – kira 2GB kurang sedikit.
Dan saat itu datang sore ini. Setiap membuka halaman situs selalu muncul peringatan bahwa kuota sudah habis dan diminta untuk disconnect kemudian connect kembali, dengan kecepatan internet yang telah disesuaikan yaitu 64kbps!.
Dan hasilnya memang luar biasa, karena akhirnya benar – benar mendapatkan kecepatan seperti gambar dibawah ini :
Baiknya mulai sore ini semakin mendalami arti kata sabar. Amien.
Seri pertama dari rangkaian tangkapan layar di Desktop Ubuntu Natty 11.04. Hmmmmhh Kembali seperti dulu, ketika masih pakai Slack dan rajin upload gambar Desktop.
Mencoba Jekyll hari ini, dan merasa seperti kembali ke 3 5 tahun yang lalu, pada saat masih memakai Wordpress.
Sama – sama ribetnya, bedanya Jekyll 200% lebih gegas dan sederhana daripada WP.
Tapi Jekyll telah menjadi cadangan mesin blog yang akan kugunakan jika ingin berpindah dari TxP. Di nomor 1.
Kunjungi halaman Jekyll ku : Cakyll Fanadir . Psst belum diapa – apain , cuma sampai test push via terminal.
A football team is like a beautiful woman. When you do not tell her, she forgets she is beautiful.
— Arsene Wenger ( via @id-Arsenal )
SEO kadang busuk. Akhir – akhir ini hasil pencarian di Google tidak lagi sesuai dengan apa yang di inginkan, semua karena banyak orang bermain – main dengan SEO.
Sehingga mencari informasi di Google mulai sulit. Lihat screenshot dibawah :

Hampir 85% hasil pencarian di halaman pertama adalah SEO!.
Tapi alhamdulillah, akhirnya muncul solusi dari ekstensi di Google Chrome, namanya Personal Blacklist , dengan ekstensi ini pengguna bisa mengeblok situs – situs yang muncul di hasil pencarian, dan memperkecil hasil cari SEO muncul.
Memang butuh tugas ekstra untuk menelisik, tapi selamat tinggal penipu SEO.
… beberapa saat kemudian …..
“It’s not easy being an ARSENAL fan, but it’s hard not to love this team”
Navigation
Powered by Textpattern
Footer